//
you're reading...
Pengobatan Alternatif

Gurah Tetes Agar Suara Merdu

Agar suara jadi merdu bisa diupayakan dengan gurah tetes.

Pengobatan alternatif ini bisa juga untuk mengatasi berbagai penyakit saluran pernafasan seperti sinusitis,polip,asma,pusing,radang tenggorok dan batuk.

Gurah tetes ialah cara membersihkan lendir kotor. Pengobatan alternatif ini sering dijalani oleh artis panggung  agar suaranya merdu. Memang gurah tetes bisa membersihkan pita suara sehingga suara bisa merdu dan nyaring.

Manfaat gurah untuk memperbaiki kualitas suara telah terbukti sejak zaman dahulu kala. Jauh sebelum cara ini diminati artis,telah dijalani para santri dipesantren-pesantren agar suaranya merdu saat membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, malah gurah awalnya hanya dimanfaatkan untuk tujuan itu.

Dalam perkembangan selanjutnya,gurah bisa dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit pernafasan seperti sinusitis,polip,asma,pusing,radang tenggorok dan batuk.

SANGAT MUJARAB

            Menurut ahli pengobatan,gurah tetes sangat mujarab untuk mengatasi berbagai penyakit saluran pernafasan. Sinusitis misalnya bisa sembuh setelah berapa kali dilakukan gurah. Cara pengobatannya juga tidak terlalu rumit,untuk membersihkan pita suara gurah dilakukan dengan meneteskan gurah ke tenggorokan. Sedangkan untuk penyakit saluran pernafasan misalnya sinusitis cukup meneteskan ramuan gurah di kedua lubang hidung.  Pada setiap kali pengobatan masing-masing hidung ditetesi satu tetes ramuan gurah. Setelah ditetesi, kepala pasien tetap diminta menengadah sekitar 5 menit,tujuannya agar ramuan bisa masuk dan bereaksi di saluran pernafasan. Setelah itu pasien diminta menundukan kepala selama 30 menit, karena reaksi obat terkadang menimbulkan rasa mual tetapi tidak berbahaya, mual itu akan segera hilang bila pasien muntah.

Reaksi obat juga akan membuat lendir kotor di sepanjang saluran pernafasan terkuras dan dikeluarkan melalui hidung. Biarkan lendir keluar dengan sendirinya dan lendir yang keluar bisa dibersihkan dengan tisu. Namun ada kalanya lendir tidak keluar, bila itu terjadi jangan buru-buru menilai gurah gagal karena banyak pasien yang mengalami hal itu.

Banyak sedikitnya lendir yang keluar melalui hidung pada masing-masing orang tidak sama. “ada orang yang bisa mengeluarkan banyak lendir melalui hidung dan ada pula yang tidak bisa,tetapi yang jelas gurah akan menguras lendir dan bila tidak keluar melalui hidung akan keluar bersama kotoran,” jelas ahli gurah Idad Permana yang tinggal di jl.Bangka Raya Gang Amal III Rt 13/05 No.11 jakarta selatan.

BEBERAPA KALI GURAH

            Diakui Idad Permana, pengobatan dengan gurah tidak instan artinya tidak sekali berobat langsung sembuh, jadi perlu beberapa kali pengobatan. Namun pada dasarnya semua pengobatan tidak ada yang instan semuanya perlu waktu.

Untuk pengobatan sinusitis misalnya,diperlukan beberapa kali pengobatan. Bila pengobatan pertama selesai perlu datang yang kedua kali. Jarak antar pengobatan minimal satu minggu,hal itu untuk memberikan kesempatan organ memperbaiki diri. Mungkin saja sehari setelah pengobatan ada organ yang sakit. Pengobatan ini tidak boleh dilakukan bila ada organ yang sakit. Diberi tenggang waktu satu minggu agar sekiranya ada organ yang sakit sudah sembuh.

Selesai menjalani gurah, pasien diberi obat tambahan dalam bentuk kapsul yang harus diminum selama 5 hari. Kapsul itu berisi ramuan herbal yang berfungsi merangsang pengeluaran lendir. Lendir yang terkuras tidak lagi keluar melalui hidung melainkan melalui kotoran,air kencing atau keringat. Berapa kali gurah harus dilakukan tergantung berat ringannya penyakit. Bila ringan hanya diperlukan beberapa kali gurah,itu berbeda bila penyakitnya berat. Gurah baru dihentikan jika pasien tidak mengeluhkan lagi penyakitnya. Sebagai contoh penderita sinusitis,gurah tidak dilakukan lagi bila pasien tidak lagi sering sakit kepla,tidak sering merasa seperti menderita flu,kepala terasa ringan dan bisa berfikir jernih.

TIDAK BISA DILAKUKAN SENDIRI

            Meski gurah tetes kelihatan sangat sederhana tetapi tidak bisa dilakukan sendiri dirumah. Hal itu disebabkan masa berlaku gurah tetes hanya dua hari,sementara gurah baru boleh dilakukan kembali minimal satu minggu. Jadi kalaupun pasien membeli ramuan tidak bisa dipakai sendiri dirumah. Ramuan gurah yang sudah kadaluarsa tiak dapat digunakan lagi,malah akan menimbulkan efek samping. “ Agar berkhasiat biasanya ramuan gurah dibuat bila ada pasien,sebab ramuan itu tidak tahan lama. Ramuan tidak bisa disimpan di kulkas,” jelas Idad Permana.

Lebih dari itu,gurah pada dasarnya tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat timbul efek samping seperti tuli,pembengkakan,gangguan otak dan kerusakan organ. Efek samping itu timbul saat ramuan gurah digunakan melebihi dosis, karena itu gurah sebaiknya dilakukan oleh ahli.

“Gurah harus dilakukan dengan hati-hati,jangan coba-coba melakukan sendiri sebab berbahaya bila cara pemakaiannya tidak benar bisa beresiko. Karena gurah tetes adalah memasukan cairan ke dalam saluran pernafasan,bila dosisnya tidak tepat justru bisa meracuni tubuh,” jelas Idad Permana.

Kehati-hatian dalam terapi gurah menurut Idad Permana,disamping masalah dosis juga terletak pada pencampuran ramuan. Biarpun gurah menggunakan ramuan alamiah tetapi kalau tidak sesuai indikasi penyakit pasien dampaknya sangat berbahaya. Diperlukan campuran ramuan yang pas untuk menghindari efek samping. Umumnya ramuan gurah menggunakan tumbuhan tertentu yang dikombinasi dengan jenis tumbuhan lain.

“Kebetulan tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk ramuan gurah tidak sulit ditemukan di indonesia termasuk di jakarta. Namun tanah lapang di jakarta semakin hari terus tergusur oleh pembangunan. Akibatnya tanaman herbal ini juga semakin sulit untuk didapatkan. Untuk menyiasati hal seperti itu,saya menanamnya sendiri di kebun,”jelas Idad Permana.

TIDAK BOLEH PADA PASIEN DEMAM

            Meski pengobatan ini memakai ramuan herbal,tetapi tidak boleh dilakukan pada sembarang orang. Pasien yang sedang menderita panas badan tidak diperkenankan menjalani pengobatan gurah.

Sistem kerja gurah akan menimbulkan reaksi panas sehingga lendir yang mengental akan mencair. Reaksi panas inilah yang membuat pasien yang sedang demam tidak boleh melakukannya. Sebab bila terapi terpaksa dilakukan,akan menambah panas tubuh pasien.

Selama menjalani pengobatan gurah,pasien dipantang minum es,lemak,pedas dan makanan yang berpotensi menimbulkan alergi. Makanan tersebut harus dipantang sebab berpotensi menimbulkan infeksi sehingga timbul lendir.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: