//
you're reading...
Pengobatan Alternatif

Ear Candle Therapy Atasi berbagai masalah Telinga dan Kepala

Banyak jalan menuju Roma. Pepatah bijak ini kiranya dapat pula menggambarkan tentang banyak cara menyembuhkan suatu penyakit. Selain obat,ada jalan lain seperti melalui terapi. Salah satunya adalah Ear candle therapy, yaitu metode pengobatan melalui media lilin. Berbagai masalah telinga dan kepala seperti sinusitis,kurang pendengaran,vertigo bahkan tuli dapat diatasi dengan cara ini.

Senyum mengembang di bibir Horas (43 tahun).  Lelaki yang tidak bisa mendengar sejak kecil itu kini dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan padanya. Setelah melakukan Ear candle therapy sekitar 5 kali. Pria yang datang khusus di luar jakarta ini tak lagi tuli. Keajaiban ini diceritakan Dra.Susana Budiman, terapis dari Ear candle center di bilangan Taman Harapan Indah,Jakarta Barat.

Sebenarnya apakah ear candle therapy ? Dikatakan Susana,ear candle therapy adalah terapi dengan menggunakan lilin khusus untuk menyedot kotoran yang berasal dari telinga. Lilin asal Amerika ini bukan seperti lilin biasa yang terbuat dari parafin,melainkan dari kain linen kualitas tinggi yang dilapisi sarang tawon. Untuk dewasa panjangnya 15 cm dengan diameter 1,5 cm dan berlubang, sedangkan untuk anak-anak berdiameter sedikit lebih kecil.

“Lilin itu sengaja dibuat bolong supaya bisa menyedot jamur atau wax (Kotoran-Red) yang mengumpul di gendang telinga,” ucapnya. Ditambahkan perempuan kelahiran Sangir,22 Agustus 1941 ini,bahan lain dari lilin ini adalah tumbuhan sage dan chamomile yang berkhasiat membunuh kuman dan jamur. Meski terkesan sederhana,ternyata terapi ini cukup ampuh mengatasi beberapa penyakit, terutama yang berkaitan dengan masalah pendengaran dan kepala.

Terapi yang dikenal sejak zaman suku Indian Amerika ini diketahui apoteker lulusan Universitas Padjajaran itu,secara tak sengaja. Suatu ketika di tahun 2003, Susana mengalami rasa nyeri luar biasa di belakang telinga yang mengakibatkan kaki dan tangannya selalu kesemutan. Ibu 4 anak ini lantas memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam. Oleh sang internis,Susana disarankan melakukan ronsen.

“Setelah diperiksa,dokter mengatakan syaraf saya ada yang terjepit dan harus di oprasi. Karena tidak mau di operasi saya berusaha mencari alternatif. Atas anjuran seorang teman,saya dicoba memakai lilin yang dibeli dari Amerika. Saya pun menjadikan diri saya kelinci percobaan. Dengan bantuan cermin,saya masukan lilin yang sudah dibakar ke lubang telinga,masing-masing 3 lilin. Semakin sering diterapi keluhan saya berkurang sampai akhirnya sembuh,” kisah Susana panjang lebar.

ATASI RAGAM PENYAKIT

Berbekal pengalaman pribadi dan membaca buku-buku tentang ear candle,Susana mencoba membagikan ilmunya untuk banyak orang. Ia pun membuka praktik untuk menolong masyarakat yang membutuhkan. Hingga sekarang,Susana telah membukukan keluhan pasien yang berjumlah sekitar 7.542 orang. 80% diantaranya menderita tinusitis (telinga bunyi) dan kurang pendengaran. Pasiennya berasal dari berbagai kota dari seluruh indonesia,mulai dari usia 3 hingga 94 tahun.

“Keluhan pasien umumnya pusing,kepala nyeri dan telinga sakit. Setelah diperiksa ternyata di liang telinga mereka terdapat banyak jamur,bisul atau radang yang menyebabkan infeksi. Jika gendang telinga tertutupi faktor-faktor tadi,maka terjadilah penyakit seperti vertigo,tinusitis, kurang pendengaran atau sinusitis. Semakin banyak jamur atau bisul dalam telinga,pendengaran tentu bisa terganggu,” sambung istri dari Ir Daniel Elim.

Lilin yang digunakan untuk terapi,tambah Susana, jumlahnya berbeda-beda. Tergantung dari berat ringannya keluhan pasien. Contohnya untuk migren atau vertigo ringan dapat sembuh dengan 2-3 kali terapi. Setiap kali terapi menggunakan 2 batang lilin untuk masing-masing telinga. Sedangkan untuk mereka yang kurang pendengaran atau bahkan tuli sejak lahir,bisa mendengar kembali setelah diterapi sekitar 7 kali dengan 3 batang lilin sekali terapi. “ Jarak dari terapi satu ke terapi berikutnya paling baik 3 hari, tetapi jika tidak memungkinkan bisa satu minggu sekali. Selama terapi ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi, antara lain tidak boleh berenang tanpa menggunakan ear plug (penutup telinga) kedap air dan mngenakan ear plug (penutup telinga) kedap udara ketika mengendarakan sepeda motor,” jelas perempuan ramah itu.

Syarat lain yang sebaiknya dipatuhi agar hasil terapi maksimal adalah menjaga telinga agar tidak kemasukan air ketika mandi atau berwudhu. Pasalnya air yang masuk dapat memicu tumbuhnya jamur ditelinga. Selain itu,jangan mengonsumsi makanan yang tinggi protein (Udang,kepiting,ikan asin,terasi,telur dan susu) sebab bisa memicu radang/infeksi telinga.

MENYEDOT KOTORAN

Melihat hasil terapi yang mengagumkan,mungkin banyak yang bertanya,seperti apa proses kerjanya? Diungkap Susana,proses pengobatan terapi lilin ini sangat sederhana. Setelah kedua telinga diperiksa menggunakan otoskop,baru diketahui apakah ada jamur,bisul atau radang didalamnya. Jika ada bisul atau kotoran yang mengeras karena menumpuk,biasanya diberi obat tetes untuk melembutkan kotoran sehingga mudah dikeluarkan. Tetapi jika tidak ada,terapi dapat segera dilakukan.

Seusai menunggu obat tetes bekerja sekitar 30 menit – 1 jam,terapi langsung dilakukan. Pasien berbaring miring agar bagian lilin yang berlubang dapat diposisikan pas ditelinga. Pembakaran lilin sedikit demi sedikit menimbulkan tekanan udara di dalam telinga menjadi turun. Asap kemudian memenuhi rongga-rongga di dalm lilin dan masuk ke gendang telinga dan sekitarnya.

Susana hangat membuat telinga dipenuhi asap. Asap kemudian menyedot kotoran dan jamur hingga menempel di rongga lilin. “ pembakaran berlangsung 15 menit,tiap 5 menit sekali lilin yang dibakar di gunting. Jika lilinnya terlalu panjang,asap tidak bisa leluasa keluar dan bekerja maksimal,” lanjut perempuan berkacamata itu.

Kotoran atau jamur yang tersedot akan mengurangi rasa sakit ditelinga. Aroma wangi chamomile dan  sage pun membuat pasien merasa santai dan bisa tertidur lelap. “Setelah diterapi,pasien akan terasa lebih enak ditelinga mau pun bagian kepalanya. Hal ini terjadi karena telinga menjadi bersih sehingga tidak ada penyumbatan akibat jamur,bisul atau kotoran,” kata Susana.

Harga yang di tawarkan terapi ini sangat terjangkau. Untuk biaya konsultasi dan pemeriksaan tidak dipungut biaya alias gratis. “ Sebatang lilin impor Amerika harganya Rp.67,500. Sedangkan untuk biaya obat oral misalnya untuk melarutkan jamur atau mengecilkan bisul beda lagi. Satu lagi, terapi ini tak berefek samping sehingga aman dilakukan pada balita sekalipun,” pungkas Susana.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: