//
you're reading...
Pengobatan Alternatif

Terapi Lilin Redakan Stres

Lilin memiliki banyak manfaat untuk pengobatan berbagai penyakit,termasuk meredakan stres. Hal itu bisa terjadi sebab cahaya lilin merupakan sumber energi yang bila terserap tubuh dapat memperbaiki aliran energi sehingga tercapai keseimbangan fisik,mental dan spiritual.

Setiap penyakit baik berat maupun ringan pada hakekatnya bisa disembuhkan,asalkan pasien merasa yakin dan percaya dirinya dapat sehat kembali. Kesadaran inilah yang ditanamkan Eryca Sudarsono,ahli pengobatan alternatif dari Saraswati inner studies &  Holistic Therapy kepada setiap pasiennya.

Dikatakan wanita kelahiran 12 Maret 1953 ini,penyakit fisik timbul sebagai akibat dari ketidakseimbangan energi dalam tubuh manusia yang disebabkan ketakselarasan tubuh,jiwa dan roh.

Salah satu cara untuk menyelaraskan kembali sirkulasi energi dalam tubuh yang sakit adalah melalui terapi lilin. Terapi lilin atau candle healing merupakan satu dari beberapa cara penyembuhan energetik dengan memanfaatkan cahaya lilin sebagai sumber energinya. Semua ini berdasarkan ilmu pengetahuan dan bukan praktik magic atau sesuatu yang tidak rasional.

“ Kami ingin meluruskan pandangan sebagian masyarakat yang menganggap penyembuhan alternatif dihubungkan dengan praktik simsalabim. Melalui terapi lilin, energi yang dipancarkan lilin sebagai sumbernya akan terserap dan memperbaiki keseimbangan energi dalam tubuh sehingga tercapai keseimbangan fisik,mental dan spiritual,” ungkap ibu 4 anak ini.

Eryca menambahkan, terapi lilin ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari berat hingga ringan,bahkan stres sekalipun,asalkan penderita yakin dirinya bisa sembuh. Hidup di kota besar memang rentan terhadap stres. Tak heran,sepanjang tahun 2006 Eryca mengaku menangani banyak pasien dengan masalah stres dan depresi. Terapi yang dilakukannya sederhana dan tidak bertentangan dengan agama apapun.

Setelah pasien membuat perjanjian,dilakukan konseling dengan Eryca. Selama konsultasi ini,wanita ramah ini memberi penjelasan tentang sistem penyembuhannya. Pasien diajak berbicara dari hati ke hati menyangkut masalah mereka. Jika ada dendam atau kesalahan di masa lalu,dia meminta pasien untuk menyadari penyakit ini merupakan manifestasi dari hal negatif yang pernah mereka buat.

Bila pasien tidak bisa menyadari hal tersebut dan ada pengingkaran dalam diri sendiri,Eryca tak akan memaksa untuk melakukan terapi. “jika timbul keraguan,hasilnya tidak akan bagus. Sebaliknya jika pasien ikhlas dan bersedia menerima semuanya,tak akan terjadi block energi. Bila pasien siap barulah terapi dimulai. Hal ini berlaku untuk semua pasien,pria atau wanita,dewasa atau anak-anak,” imbuh istri Drs Sudarsono ini.

BUTUH KETENANGAN

Selanjutnya pasien diminta berbaring telentang di tempat tidur dikelilingi 7 lilin yang diletakan di 7 wadah berbeda warna yakni merah,oranye,kuning,hijau,biru,nila dan ungu. Sebelum dinyalakan, lilin dibersihkan dari pengaruh negatif dengan minyak zaitun atau parfum.

Eryca kemudian meminta pasien untuk relaks dengan menarik dan menghembuskan nafas secara perlahan dan memejamkan mata. “Semakin relaks,semakin banyak enegi yang mengalir melalui medan aura,”ucapnya.

Setelah itu di bagian pusat-pusat energi tubuh atau cakra utama diletakan kristal 7 warna untuk mempercepat penyerapan energi. Masing-masing kristal ditaruh di 7 cakra utama dan bagian tubuh yang sakit.

“Perlahan pasien semakin santai dan diajak berdoa bersama. Kemudian saya meletakan tangan di atas 7 cakra utama tubuh dan bagian sakit masing-masing sekitar 5 menit sambil terus berdoa. Ketika meletakan tangan itulah,saya mentransfer energi positif atau yang baik sehingga energi negatif tertekan dan bisa seimbang lagi,” sambung Eryca.

Biasanya pasien akan tertidur dan tidak boleh dibangunkan. Setelah terbangun,pasien diberi minum air putih yang telah diberi energi oleh Eryca. Selama terapi memang dibutuhkan ketenangan sehingga pasien tidak boleh diganggu. Terapi ini dilakukan 7 hari berturut-turut. Selanjutnya pasien bisa datang 2 atau 3 hari sekali tergantung dari perkembangan dan kemajuan pengobatan.

Setelah beberapa kali terapi,pasien bisa bermeditasi diruang khusus selama kurang lebih 1 jam. Pasien berdiam diri dan pasrah kepada Yang Maha Kuasa dengan duduk bersila dan memejamkan mata didalam lingkaran lilin 7 warna. Tujuannya membersihkan segala energi negatif dalam tubuh dan jiwa pasien. Meditasi ini cukup efektif membantu mempercepat kesembuhan.

Inti dari terapi ini sebenarnya terletak pada keimanan dan keyakinan seseorang bahwa dirinya dapat sembuh dengan pertolongan orang lain dan tuhan. “Saya hanyalah motivator yang mendukung proses penyembuhan,makanya tidak ada patokan berapa lama terapi seseorang bisa sembuh. Kuncinya ada pada iman karena ini adalah kesembuhan illahi. Pengobatan ini juga tidak mematok biaya khusus,” pungkasnya.

Terapi Tertawa Tingkatkan Antibodi Tubuh

Selain terapi lilin Anda dapat meredakan stres dengan terapi tertawa. Jangan heran,sebab ternyata tertawa menyehatkan badan. Tawa membantu menyingkirkan efek-efek negatif stres dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jika kekebalan tubuh meningkat,infeksi,alergi dan kanker akan menjauhi anda. Bahkan sebuah penelitian telah dilakukan Dr.Lee S.Berk dari Universitas Loma Linda California Amerika Serikat. Dr Lee meneliti, tawa membantu meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami atau semacam golongan darah putih sehingga meningkatkan antibodi tubuh. Mengagumkan bukan? Sebaiknya Anda cermati kupasan berikut agar tertawa lebih bermanfaat dan ampuh mengusir stres serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Terapi tertawa adalah suatu keadaan yang dikondisikan untuk melemaskan otot-otot perut dan otot seputar mulut agar rileks karena sebagian tersebut cenderung luput dari perhatian kita. Terapi ini melalui 3 tahap ; medical meditation,muscle relaxation dan laughter therapy. Medical meditation adalah meditasi sebagai langkah awal menenangkan pikiran.

Muscle relaxation adalah pelemas otot tubuh sebelum memasuki tahap penting yakni laughter therapy atau terapi tertawa. Saat tertawa sebaiknya lakukan kontak mata dengan teman satu kelompok. Tujuannya agar proses tertawa menular dan tidak terhenti. Idealnya terapi ini dilakukan seminggu sekali selama 1 sesi, lebih kurang 15 menit di pagi hari sebelum beraktifitas.

Siapa saja yang bisa mengikuti terapi ini? Pria dan wanita,tua dan muda bisa mengikutinya. Hanya saja,minimal usianya 17 tahun. Namun harus diperhatikan penderita hernia,wasir,jantung dengan sesak nafas,baru menjalani operasi,peranakan turun,hamil,flu,pilek dan komplikasi penyakit mata tidak boleh mengikutinya.

Namun selain bagi orang-orang tersebut,terapi ini tidak memiliki efek samping.  Malahan tawa merangsang jantung dan sirkulasi darah seperti halnya aerobic.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: